Pidie

test.

Pidie

Tinta News Aceh Pidie.

SEMANGAT

ATRA DROE

Maju Pidie

PELETAKAN BATU PERTAMA PEMBANGUNAN MESJID AL-FALAH SIGLI

MENUNGGU FOTO TERBARU

NOT BAD PIDIE

Senin, 20 Februari 2017

Sejarah Lahirnya GAM (Gerakan Aceh Merdeka)

Sejarah Lahirnya GAM (Gerakan Aceh Merdeka)




GAM (Gerakan Aceh Merdeka), mau tak mau, harus bicara kelahiran negara Republik Indonesia. Sebab, dari situlah kisah gerakan menuntut kemerdekaan dimulai. Lima hari setelah RI diproklamasikan, Aceh menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap kekuasaan pemerintahan yang berpusat di Jakarta. Dibawah Residen Aceh, yang juga tokoh terkemuka, Tengku Nyak Arief, Aceh menyatakan janji kesetiaan, mendukung kemerdekaan RI dan Aceh sebagai bagian tak terpisahkan. Pada 23 Agustus 1945, sedikitnya 56 tokoh Aceh berkumpul dan mengucapkan sumpah. ”Demi Allah, saya akan setia untuk membela kemerdekaan Republik Indonesia sampai titik darah saya yang terakhir.”

Kecuali Mohammad Daud Beureueh, seluruh tokoh dan ulama Aceh mengucapkan janji itu. Pukul 10.00, Husein Naim dan M Amin Bugeh mengibarkan bendera di gedung Shu Chokan (kini, kantor gubernur). Teuku Nyak Arief Gubernur di bumi Serambi Mekkah.

Tetapi, ternyata tak semua tokoh Aceh mengucapkan janji setia. Mereka para hulubalang, prajurit di medan laga. Prajurit yang berjuang melawan Belanda dan Jepang. Mereka yakin, tanpa RI, mereka bisa mengelola sendiri negara Aceh. Inilah kisah awal sebuah gerakan kemerdekaan. Motornya adalah Daud Cumbok. Markasnya di daerah Bireuen. Tokoh-tokoh ulama menentang Daud Cumbok. Melalui tokoh dan pejuang Aceh, M. Nur El Ibrahimy, Daud Cumbok digempur dan kalah. Dalam sejarah, perang ini dinamakan perang saudara atau Perang Cumbok yang menewaskan tak kurang 1.500 orang selama setahun hingga 1946. Tahun 1948, ketika pemerintahan RI berpindah ke Yogyakarta dan Syafrudin Prawiranegara ditunjuk sebagai Presiden Pemerintahan Darurat RI (PDRI), Aceh minta menjadi propinsi sendiri. Saat itulah, M. Daud Beureueh ditunjuk sebagai Gubernur Militer Aceh.

Oleh karena kondisi negara terus labil dan Belanda merajalela kembali, muncul gagasan melepaskan diri dari RI. Ide datang dari dr. Mansur. Wilayahnya tak cuma Aceh. Tetapi, meliputi Aceh, Nias, Tapanuli, Sumatera Selatan, Lampung, Bengkalis, Indragiri, Riau, Bengkulu, Jambi, dan Minangkabau. Daud Beureueh menentang ide ini. Dia pun berkampanye kepada seluruh rakyat, bahwa Aceh adalah bagian RI. Sebagai tanda bukti, Beureueh memobilisasi dana rakyat. Setahun kemudian, 1949, Beureueh berhasil mengumpulkan dana rakyat 500.000 dolar AS. Uang itu disumbangkan utuh buat bangsa Indonesia. Uang itu diberikan ABRI 250 ribu dolar, 50 ribu dolar untuk perkantoran pemerintahan negara RI, 100 ribu dolar untuk pengembalian pemerintahan RI dari Yogyakarta ke Jakarta, dan 100 ribu dolar diberikan kepada pemerintah pusat melalui AA Maramis. Aceh juga menyumbang emas lantakan untuk membeli obligasi pemerintah, membiayai berdirinya perwakilan RI di India, Singapura dan pembelian dua pesawat terbang untuk keperluan para pemimpin RI. Saat itu Soekarno menyebut Aceh adalah modal utama kemerdekaan RI.
Setahun berlangsung, kekecewaan tumbuh. Propinsi Aceh dilebur ke Propinsi Sumatera Utara. Rakyat Aceh marah. Apalagi, janji Soekarno pada 16 Juni 1948 bahwa Aceh akan diberi hak mengurus rumah tangganya sendiri sesuai syariat Islam tak juga dipenuhi. Intinya, Daud Beureueh ingin pengakuan hak menjalankan agama di Aceh. Bukan dilarang. Beureueh tak minta merdeka, cuma minta kebebasan menjalankan agamanya sesuai syariat Islam. Daud Beureueh pun menggulirkan ide pembentukan Negara Islam Indonesia pada April 1953. Ide ini di Jawa Barat telah diusung Kartosuwiryo pada 1949 melalui Darul Islam. Lima bulan kemudian, Beureueh menyatakan bergabung dan mengakui NII Kartosuwiryo. Dari sinilah lantas Beureueh melakukan gerilya. Rakyat Aceh, yang notabene Islam, mendukung sepenuhnya ide NII itu. Tentara NII pun dibentuk, bernama Tentara Islam Indonesia (TII). Lantas, terkenallah pemberontakan DI/TII di sejumlah daerah. Beureueh lari ke hutan. Cuma, ada tragedi di sini. Pada 1955 telah terjadi pembunuhan masal oleh TNI. Sekitar 64 warga Aceh tak berdosa dibariskan di lapangan lalu ditembaki. Aksi ini mengecewakan tokoh Aceh yang pro-Soekarno. Melalui berbagai gejolak dan perundingan, pada 1959, Aceh memperoleh status propinsi daerah istimewa.
Beureueh merasa dikhianati Soekarno. Bung Karno tidak mengindahkan struktur kepemimpinan adat dan tak menghargai peranan ulama dalam kehidupan bernegara. Padahal, rakyat Aceh itu sangat besar kepercayaannya kepada ulama. Gerilya dilakukan. Tetapi, Bung Karno mengerahkan tentaranya ke Aceh. Tahun 1962, Beureueh dibujuk menantunya El Ibrahimy agar menuruti Menhankam AH Nasution untuk menyerah. Beureueh menurut karena ada janji akan dibuatkan UU Syariat Islam bagi rakyat Aceh (baru terwujud tahun 2001).

GAM lahir di era Soeharto. Saat itu, sedang terjadi industrialisasi di Aceh. Soeharto benar-benar mencampakkan adat dan segala penghormatan rakyat Aceh. Efek judi melahirkan prostitusi, mabuk-mabukan, bar, dan segala macam yang bertentangan dengan Islam dan adat rakyat Aceh. Kekayaan alam Aceh dikuras melalui pembangunan industri yang dikuasai orang asing melalui restu pusat. Sementara rakyat Aceh tetap miskin. Pendidikan rendah, kondisi ekonomi sangat memprihatinkan. Melihat hal ini, Daud Beureueh dan tokoh tua Aceh yang sudah tenang kemudian bergerilya kembali untuk mengembalikan kehormatan rakyat, adat Aceh dan agama Islam. Pertemuan digagas tahun 1970-an. Mereka sepakat meneruskan pembentukan Republik Islam Aceh, yakni sebuah negeri yang mulia dan penuh ampunan Tuhan. Kini mereka sadar, tujuan itu tak bisa tercapai tanpa senjata. Lalu diutuslah Zainal Abidin menemui Hasan Tiro yang sedang belajar di Amerika. Pertemuan terjadi tahun 1972 dan disepakati Tiro akan mengirim senjata ke Aceh. Zainal tak lain adalah kakak Tiro. Sayang, senjata tak juga dikirim hingga Beureueh meninggal. Hasan Asleh, Jamil Amin, Zainal Abidin, Hasan Tiro, Ilyas Leubee, dan masih banyak lagi berkumpul di kaki Gunung Halimun, Pidie. Di sana, pada 24 Mei 1977, para tokoh eks DI/TII dan tokoh muda Aceh mendirikan GAM. Selama empat hari bersidang, Daud Beureueh ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi. Sementara Hasan Tiro yang tak hadir dalam pendirian GAM itu ditunjuk sebagai wali negara. GAM terdiri atas 15 menteri, empat pejabat setingkat menteri dan enam gubernur. Mereka pun bergerilya memuliakan rakyat Aceh, adat, dan agamanya yang diinjak-injak Soeharto.

Miliki Pabrik Senjata dan Berlatih di Libia
Setelah didirikan, GAM mendapat dukungan rakyat. Hubungan dengan dunia internasional terus dibangun. Kekuatan bersenjata pun disusun. Berapa anggota GAM, bagaimana kekuatannya, jaringan internasionalnya, dan dananya?

Masih ingat deadline maklumat pemerintah 12 Mei 2003 lalu. Hingga batas waktu ultimatum, pemerintah tak juga mengeluarkan keputusan sebagai tanda awal operasi militer ke Aceh. Konon, saat itu pemerintah menghitung kekuatan TNI di sana. Ada kekhawatiran, TNI bakal dilibas GAM melalui perang gerilya. Secara tidak langsung, kabar ini menyiratkan ketangguhan kekuatan bersenjata GAM. Sesungguhnya jumlah anggota GAM itu sebagian besar rakyat Aceh. Filosofinya begini. Jika rakyat terus ditindas, maka seluruh rakyat itu akan bangkit melawan. Dan, hal seperti inilah yang terjadi di bumi Serambi Mekah itu. Perlawanan GAM mendapat simpati luar biasa dari rakyat Aceh. Rakyat yang lama ternista dan teraniaya. Sambil berkelakar, Panglima Tertinggi GAM dan Wakil Wali Negara Aceh Tengku Abdullah Syafei (alm) sempat mengatakan, bayi-bayi warga Aceh telah disediakan senjata AK-47 oleh GAM. Mereka akan dididik dan dilatih sebagai tentara GAM dan segera pergi berperang melawan TNI.
Sejatinya, basis perjuangan GAM dilakukan dalam dua sisi, diplomatik dan bersenjata. Jalur diplomasi langsung dipimpin Hasan Tiro dari Swedia. Opini dunia dikendalikan dari sini. Sementara basis militer dikendalikan dari markasnya di perbatasan Aceh Utara-Pidie. Seluruh kekuatan GAM dioperasikan dari tempat ini. Termasuk, seluruh komando di sejumlah wilayah di Aceh dan di beberapa negara seperti Malaysia, Pattani (Thailand), Moro (Filipina), Afghanistan, dan Kazakhstan. Tetapi, kerap GAM menipu TNI dengan cara mengubah-ubah tempat markas utamanya. Di seluruh Aceh, GAM membuka tujuh komando, yaitu komando wilayah Pase Pantebahagia, Peurulak, Tamiang, Bateelik, Pidie, Aceh Darussalam, dan Meureum. Masing-masing komando dibawahi panglima wilayah.
Sejak berdiri tahun 1977, GAM dengan cepat melakukan pendidikan militer bagi anggota-anggotanya. Setidaknya tahun 1980-an, ribuan anak muda dilatih di camp militer di Libia. Saat itu, Presiden Libia Mohammar Khadafi mengadakan pelatihan militer bagi gerakan separatis dan teroris di seluruh dunia. Hasan Tiro berhasil memasukkan nama GAM sebagai salah satu peserta pelatihan. Pemuda kader GAM juga berhasil masuk dalam latihan di camp militer di Kandahar, Afghanistan pimpinan Osama bin Laden. Gelombang pertama masuk tahun 1986, selanjutnya terus dilakukan hingga akhir 1990. Selama DOM, pengiriman tersendat. Tetapi, angkatan 1995-1998 sudah mendapat latihan intensif. Ketika DOM dicabut, prajurit dari Libia ini ditarik ke Aceh. Jumlahnya sekitar 5.000 personel dan dijadikan pasukan elite GAM (semacam Kopassus). Jalur ke Libia memang agak mudah. Dari Aceh, para pemuda Aceh itu dikirim melalui Malaysia lalu menuju Libia. Jalur lainnya dari Aceh lalu ke Thailand menuju Afghanistan dan melanjutkan ke Libia. Dari jalur ketiga, yakni melalui Aceh menuju Filipina Selatan dan ke Libia. Tiga jalur penting ini hampir selalu lolos dari jangkauan petugas imigrasi, polisi, dan patroli TNI-AL. Di era Syafei hingga sekarang dipegang Muzakkir Manaf, personel GAM terdiri atas pasukan tempur, intelijen, polisi, pasukan inong baleh (pasukan janda korban DOM) dan karades (pasukan khusus) serta Lasykar Tjut Nyak Dien (tentara wanita). Wakil Panglima GAM Wilayah Pase Akhmad Kandang (alm) pernah mengklaim, jumlah personel GAM 70 ribu. Anggota GAM 490 ribu. Jumlah itu termasuk jumlah korban DOM 6.169 orang.
Sumber resmi Mabes TNI cuma menyebut sekitar enam ribu orang. Mantan Menhan Machfud MD menyebut 4.869 personel. Dari jumlah itu, 804 di antaranya dididik di Libia dan 115 dilatih di Filipina — Moro. Persediaan senjatanya terdiri atas pistol, senapan, GLM, mortir, granat, pelontar granat, pelontar roket, RPG, dan bom rakitan. Jenis senapan di antaranya AK-47, M-16, FN, Colt, dan SS-1. Dari mana persenjataan itu diperoleh? Ada jalur internasional yang menyuplainya. Sejumlah negara disebut antara lain, gerakan separatis Pattani Thailand, Malaysia, gerakan Islam Moro Filipina, eks pejuang Kamboja, gerakan separatis Sikh India, gerakan Elan Tamil, dan Kazhakstan serta Libia dan Afghanistan. GAM juga membuat pabrik senjata. Di antaranya, di Kreung Sabe, Teunom — Aceh Barat — dan di Lhokseumawe dan Nisau-Aceh Utara serta di Aceh Timur. Jenis senjata yang diproduksi seperti bom, amunisi, senjata laras panjang dan pendek, pabrik senjata ini bisa dibongkar pasang sesuai dengan kondisi medan. Jika akan diserbu TNI, pabrik senjata telah dipindahkan ke daerah lain. Para ahli senjata disekolahkan ke Afghanistan dan Libia.



Senjata-Senjata GAM juga berasal dari Jakarta dan Bandung. Pasar gelap senjata ini dilakukan oleh oknum TNI dan Polri yang haus kekayaan. Bagi GAM, asal ada senjata, uang tidak masalah. Sebab, faktanya GAM ternyata memiliki sumber dana yang sangat besar. Jumlah pembelian ke oknum TNI/Polri ini bisa trilyunan rupiah. Sebuah penggerebekan tahun 2000 oleh Polda Metro Jaya sempat menemukan kuitansi Rp 3 milyar untuk pembelian senjata GAM di pasar gelap dari oknum TNI. Kini, senjata yang dimiliki TNI juga dimiliki GAM. Yang tak dimiliki GAM adalah senjata berat. Sebab, sifatnya yang lamban. Prinsip GAM, senjata itu harus memiliki mobilitas tinggi, mudah dibawa ke mana-mana. Sebab, strategi perangnya yang hit and run. GAM bahkan mengaku memiliki senjata yang lebih modern daripada TNI. Misalnya, senjata otomatis yang dimiliki para karades. Senjata otomatis, berbentuk kecil mungil itu bisa tahan berhari-hari dalam air. Anggota karades inilah yang biasa menyusup ke kota-kota dan menyergap anggota TNI/Polri yang teledor.

Membeli senjata tentu dengan uang melimpah. Sebab, harganya yang tak murah. Lantas, dari mana mereka mendapatkan dana? GAM memiliki donatur tetap dari pengusaha-pengusaha Aceh yang sukses di luar negeri. Di antaranya, di Thailand, Malaysia, Singapura, Amerika, dan Eropa. Dana juga didapatkan dari sumbangan wajib yang diambil dari perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional di Aceh. Sebagai gambaran, tahun 2000 lalu, GAM meminta sumbangan wajib kepada seorang pengusaha lokal bernama Tengku Abu Bakar sebesar Rp 100 juta. Abu Bakar diberi surat berkop Neugara Atjeh-Sumatera tertanggal 15 Februari 2000 yang ditandatangani oleh Panglima GAM Wilayah Aceh Rajek Tengku Tarzura. Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pernah menyebut Pupuk Iskandar Muda pernah menyetor Rp 10 milyar ke GAM untuk biaya keamanan. GAM kerap melakukan gangguan bila tidak mendapatkan sumbangan wajib tersebut. Makanya, setiap bulan, GAM mendapat upeti dari para pengusaha ”sahabat GAM” itu. Sistem komunikasi GAM juga sangat canggih. Sistem komunikasi berlapis dilakukan GAM sebagai benteng pertahanan dan propaganda. Selain handytalky, GAM juga memiliki radio tranking, radar dan telepon satelit. GAM juga memiliki penyadap telepon. Acap kali gerakan TNI/Polri dimentahkan aksi-aksi penyadapan ini. Penggerebekan sering kali gagal total.
Sistem organisasinya yang disusun dengan sistem sel juga membantu GAM survive. Tidak mudah menemukan markas GAM. Meski, ada sebagian anggota GAM yang ditangkap. Antara anggota dan pejabat satu dengan yang lain kadang tidak berhubungan, tidak saling mengenal. Ketua Umum Forum Perjuangan dan Keadilan Rakyat Aceh (FOPKRA) Shalahuddin Al Fatah menuturkan, sejak zaman Belanda, rakyat Aceh memang tidak pernah menang. Tetapi, rakyat Aceh tidak pernah ditaklukkan. Fakta sejarah pula, gerakan rakyat Aceh menentang pusat tidak pernah menang. Tetapi, TNI tidak pernah bisa menaklukkan mereka.

sumber: Ikhwanesiadotcom

RANGKUMAN PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SEBELUM DAN SESUDAH ABAD 20


PERJUANGAN BANGSA INDONESIA SEBELUM DAN SESUDAH ABAD 20
v  Perjuangan Bangsa Indonesia melawan penjajah sebelum abad 20
 Diperlukan pemahaman tentang sejarah perjuangan bangsa untuk membentuk suatu negara yang berdasarkan suatu asas hidup bersama demi kesejahteraan bangsa, selain itu berfungsi untuk memahami Pancasila secara lengkap dan utuh.
Ø
 Secara epistomologis, Pancasila selain sebagai dasar negara juga sebagai Pandangan hidup, jiwa dan kepribadian bangsa serta sebagai perjanjian luhur bangsa Indonesia waktu mendirikan bangsa.
• Zaman Kerajaan sebelum Majapahit
Merupakan kerajaan-kerajaan kecil secara silih berganti. Refleksi puncak budaya Jawa Tengah ditandai dengan berdirinya Stupa Borobudur dan Candi Prambanan.
- Jawa Tengah
Kerajaan Kalingga à candi Kalasan & vihara
Dinasti Syailendra à borobudur & prambanan
- Jawa Timur
Kerajaan Airlangga à bangunan keagamaan,
toleransi beragama, pertanian, musyawarah,
dan dagang.
• Zaman Kerajaan Majapahit
Majapahit berdiri pada tahun 1292 di Jawa Timur, mencapai puncak pada pemerintahan Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada dan Laksamana Nala dengan armadanya mampu mempersatukan Nusantara.
Ciri kehidupan Majapahit :
Bhinneka Tunggal Ikan Tan Hana Dharma Mangrua, yang tertulis di Kitab Sutasoma oleh Mpu Tantular.
Pancasila Krama, tertulis di Kitab Negarakertagama oleh Mpu Prapanca (1365).
Majapahit kehilangan kedaulatannya pada tahun 1478.

B. Perjuangan Bangsa Indonesia melawan sistem penjajahan.

• Perjuangan sebelum Abad 20.
Masa kerajaan Islam di Indonesia, mulailah datang Portugis, Spanyol, Belanda dengan tujuan mencari rempah-rempah.
Pada hakikatnya perlawanan secara fisik terhadap Belanda terjadi secara sendiri-sendiri hampir di setiap daerah di Indonesia.
Tidak adanya persatuan dan koordinasi dalam melakukan perlawanan, sehingga tidak berhasil mengusir penjajah, sebaliknya malah memperkukuh kedudukan penjajah. Diperparah karena Belanda menerapkan sistem monopoli melalui Sistem Tanam Paksa (1930-1870).
• Kebangkitan Nasional
– Kebangkitan dunia timur yang menghilangkan keraguan atas kesanggupan berdiri sendiri sebagai bangsa yang terhormat.
• Republik Philipina à Jose Rizal (1898)
• Kemenangan Jepang atas Uni Soviet di Tsusima (1905)
• Partai Kongres India à Tilak & Gandhi
• Boedi Oetomo di Indonesia à Dr. Wahidin Sudirohusodo (1908)
• Gerakan Sun Yat Sen (1911) dengan Republik China
• Boedi Oetomo (20 Mei 1908)
– Merupakan pelopor pergerakan nasional yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.
– Gerakan aktif dalam politik praktis.
– Melahirkan “Generasi 1908” yang merintis hari depan bangsa Indonesia.
– Tumbuhnya berbagai organisasi dan gerakan sosial :
• Serikat Dagang Islam (1909) à H.O.S. Cokroaminoto
• Indische Partij (1913) à Tiga Serangkai
• Perserikatan Komunis Indonesia (1920)
• PNI (1927) à Soekarno, Cipto Mangunkusumo, Sartono
• Partindo (1931)
• Pendidikan Nasional Indonesia (1933) à Moh. Hatta dan Sutan Sjahrir.
• Sumpah Pemuda (1928)
– Semula pemuda berjuang dalam organisasi yang bersifat kedaerahan.
– Golongan muda tampil dipelopori Moh. Yamin, Wongsonegoro, Kuncoro Purbopranoto, dll mengikrarkan Sumpah Pemuda.
– Sikap pemuda Indonesia dipengaruhi oleh perkumpulan mahasiswa Indonesia di negeri Belanda yang bernama “Perhimpunan Indonesia” yang dipimpin oleh Moh. Hatta, Ali Sastroamidjojo, Nasir Datuk Pamuncak dan lain-lain serta Partai Nasional Indonesia.
– Tanggal 31 Desember 1930 berdiri wadah fungsi pergerakan pemuda bernama “Indonesia Muda”.
– Pembentukan BPUPKI dengan ketua Dr. KRT. Radjiman W dan beranggotakan 60 orang tanggal 29 April 1954 yang bertugas mempelajari dan menyelidiki hal-hal yang berhubungan dengan pembentukan Indonesia merdeka.
– Sidang BPUPKI I (29 Mei 1945 – 1 Juni 1945)
Membahas dasar/falsafah negara, 3 usulan :
- Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945)
- Prof. Dr. Soepomo (31 Mei 1945) mengemukakan :
1. Teori Negara Perseorangan (Liberalism).
2. Teori Negara Kelas (Sosialism/Komunism).
3. Teori Negara Integralistik.
- Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
• Sidang BPUPKI II (10 – 17 Juli 1945)
Keputusan penting yang dihasilkan :
a. Bentuk Negara à Republik.
b. Wilayah Negara à Wilayah Hindia Belanda.
c. Membentuk Panitia Kecil :
1. Panitia Perancang UUD à Ir. Soekarno.
2. Panitia Ekonomi dan Keuangan à Drs. Moh. Hatta.
3. Panitia Pembelaan Tanah Air à Abikusno.
d. Menyetujui piagam Jakarta sebagai pembukaan UUD.
Sidang Pleno BPUPKI tanggal 14 Juli 1945 menghasilkan (dasar-dasar) Rancangan UUD.
Pembentukan PPKI tanggal 9 Agustus 1945 dengan tugas menetapkan UUD dan lain-lain mengenai negara Indonesia.
PPKI menjadi Badan Nasional (15 Agustus 1945), karena Jepang menyerah kepada Sekutu.

Senin, 13 Februari 2017

PROTA DAN PROSEM BAHASA INDONESIA 2016




PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 1. Mendengarkan
Standar Kompetensi :  Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1.1  Menang-gapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita) 




·   Menuliskan isi siaran radio/ televisi da­lam beberapa kalimat dengan urutan yang runtut dan mudah dipahami.

·   Menyampai-kan secara lisan isi berita yang telah ditulis  secara runtut dan jelas.

·   Mengajukan pertanyaan/ tanggapan berdasarkan informasi yang didengar (menyetujui, menolak, menambahkan pendapat)

Siaran (langsung)  dari radio/ televisi,  teks yang dibacakan, atau rekaman berita/ nonberita
·   Pokok-pokok isi berita
·   penangapan isi berita

4 JP





























1.2  Mengiden-tifikasi unsur  sastra (intrinsik  dan ekstrinsik)suatu cerita yang disampai-kan secara langsung/ melalui rekam­an   
·   Menyampai-kan  unsur-unsur intrinsik  ( tema, penokohan, konflik,  amanat, dll.)

·   Menyampai-kan unsur-unsur  ekstrinsik (nilai moral,kebudayaan, agama, dll.)


·   Menanggapi (setuju atau tidak setuju) unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang disampaikan teman

Rekaman cerita, tuturan langsung (kaset, CD, buku cerita)
unsur intrinsik (tema, alur, konflik, penokohan, sudut pandang, amanat)
unsur ekstrinsik (agama, politik, sejarah, budaya)

4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP


               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.












PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 2. Berbicara
Standar Kompetensi :  Mengungkapkan pikiran, perasaan, dan informasi melalui kegiatan berkenalan, berdiskusi, dan bercerita
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
2.1   Memper-kenalkan diri dan orang lain di da­lam forum resmi dengan intonasi yang tepat



·   Mengucapkan kalimat perkenalan (misalnya, sebagai moderator atau pembawa acara) dengan lancar dan intonasi yang tidak monoton.

·   Mengguna-kan diksi (pilihan kata)  yang tepat.

·   Menanggapi kekurangan yang terdapat pada pengucapan kalimat perkenalan oleh teman.

·   Memperbaiki pengucapan kalimat yang kurang sesuai
Contoh kalimat untuk memperkenalkan diri dan orang lain di dalam forum resmi

·     penggunaan sapaan
·     penggunaan diksi

4 JP





























2.2   Mencerita-kan berbagai pengalam-an dengan pilihan kata dan ekspresi yang       tepat
·   Menyampai-kan secara lisan pengalaman pribadi (yang lucu, menyenang-kan, mengharukan, dsb.) dengan pilihan kata dan ekspresi yang tepat.

·   Menanggapi pengalaman pribadi yang disampaikan

Cerita peng­alam­an (yang lucu, menggembirakan, mengharukan, dsb.)

·     penggunaan diksi  (pilihan kata)
·     penggunaanintonasi, jeda, dan ekspresi

4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP



               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.
















PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 3. Membaca
Standar Kompetensi :  Memahami berbagai teks bacaan  nonsastra dengan berbagai teknik membaca
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
3.1Menemu-kan ide pokok berbagai teks  nonsastra dengan teknik membaca cepat  (250 kata/menit)

·   Membaca cepat teks dengan kecepatan 250 kata/menit.

·   Menemukan ide pokok     paragraf dalam teks.

·   Membuat ringkasan  isi teks  dalam beberapa kalimat yang runtut
Membaca cepat
·   teks nonsastra
·   teknik  membaca cepat 
·   rumus membaca cepat
·   fungsi membaca cepat
4 JP





























3.2   Mengiden-tifikasi ide pokok teks  nonsastra dari berbagai  sumber melalui  teknik  membaca      ekstensif  
·   Mengidentifikasi ide  pokok tiap paragraph.

·   Menuliskan kembali isi bacaan  secara ringkas dalam beberapa kalimat.

·   Mengidentifikasi  fakta dan pendapat 


Teks nonsastra dari berbagai   sumber
1.  ide pokok tiap paragraf
2.  ide pokok dari berbagai sumber
3.  fakta dan opini
4.  ringkasan isi
4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























              
               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP



               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.
PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 4. Menulis
Standar Kompetensi :  Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif)
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
4.1   Menulis gagasan dengan mengguna-kan pola urutan waktu  dan tempat dalam bentuk paragraf naratif
·   Mendaftar topik-topik yang dapat dikembangkan menjadi paragraf naratif.

·   Menyusun kerangka paragraf naratif berdasarkan kronologi waktu dan peristiwa.

·   Mengembang-kan kerangka yang telah dibuat menjadi paragraf naratif.

·   Menyunting paragraf naratif yang ditulis  teman berdasarkan kronologi, waktu, peristiwa, dan EYD.

·   Menggunakan kata ulang dalam paragraf naratif
Paragraf naratif

·         contoh paragraf naratif.

·         pola pengem-bangan paragraf naratif (urutan waktu, tempat)

·         ciri/ karak-teristik paragraf naratif.

·         kerangka paragraf naratif.

·         penggunaan kata ulang dalam paragraf naratif
4 JP





























4.2   Menulis hasil observasi dalam bentuk  paragraf deskriptif
·     Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi  paragraf deskriptif berdasarkan hasil pengamatan.

·     Menyusun kerangka paragraf deskriptif.

·     Mengembang-kan kerangka yang telah disusun menjadi  paragraf deskriptif.

·     Menggunakan frasa ajektif dalam paragraf deskriptif.

·     Menyunting paragraf deskriptif yang ditulis  teman
Paragraf deskriptif

·         contoh paragraf deskriptif
·         pola pengem-bangan paragraf deskripsi.

·         ciri/ karak-teristik.

·         paragraf deskriptif

·         Kerangka paragraf deskriptif.

·         contoh pengguna-an frasa ajektif dalam paragraf deskriptif
4 JP





























4.3   Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf  ekspositif 
·   Mendaftar topik- topik yang dapat dikembangkan menjadi  paragraf ekspositif.

·   Menyusun kerangka paragraf ekspositif.

·   Mengembang-kan kerangka yang telah disusun menjadi  paragraf ekspositif dengan menggunakan kata penghubung yang tepat .

·   Mengidentifi-kasi kata berimbuhan dalam paragraf ekspositif.

·   Menyunting paragraf ekspositif yang ditulis  teman
·      contoh paragraf ekspositif.

·      pola pengem-bangan paragraf ekspositif

·      contoh pengguna-an kata berimbuhan dalam paragraf ekspositif.

·      Pengguna-an kata penghu-bung dalam paragraf


4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























              
               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP



               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.















PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 5. Mendengarkan
Standar Kompetensi :  Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/ tidak langsung
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
5.1  Mengiden-tifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampai-kan secara langsung ataupun melalui rekaman  

·     Mengidentifi-kasi (majas, rima, kata-kata berkonotasi dan bermakna lambang).

·     Menanggapi unsur-unsur puisi yang ditemukan.

·     Mengartikan kata-kata berkonotasi dan makna lambang


Rekaman  puisi atau pembacaan langsung
·         majas,
·         irama
·         kata-kata konotasi
·         Kata-kata bermakna lambang

4 JP





























5.2   Mengung-kapkan isi suatu       puisi yang disampai-kan  secara langsung ataupun melalui rekaman 
·     Menyebutkan  tema puisi yang didengar.

·     Menyebutkan jenis puisi yang didengar (balada, elegi, roman, ode, himne, satire, dll.).

·     Menjelaskan maksud puisi.

·     Mengungkap-kan isi puisi dengan kata-kata sendiri
Rekaman puisi yang berjenis tertentu atau yang dibacakan
·         jenis puisi
·         isi puisi
·         tema
·         maksud puisi

4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP


               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.
PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 6. Berbicara
Standar Kompetensi :  Membahas cerita pendek melalui kegiatan  diskusi
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
6.1  Mengemu-kakan hal-hal yang menarik atau mengesan-kan dari cerita pendek  melalui kegiatan  diskusi 

·     Menceritakan kembali isi cerita pendek yang dibaca dengan kata-kata sendiri.

·     Mengungkap-kan hal-hal yang menarik atau mengesankan.

·     Mendiskusi-kan unsur-unsur intrinsik (tema, penokohan, alur, sudut pandang, latar , amanat) cerita pendek yang dibaca.

·     Mengidentifi-kasi kalimat langsung dan tidak langsung dalam cerpen

Naskah cerita pendek

· isi cerpen
· hal yang menarik
· unsur-unsur intrinsik (tema, penokohan, alur, sudut pandang, latar , amanat)
· penggunaan kalimat langsung/ tidak langsung


4 JP





























6.2  Menemu-kan  nilai-nilai  cerita pendek melalui kegiatan  diskusi 
·     Menemukan nilai-nilai dalam cerpen.

·     Membanding-kan nilai-nilai yang terdapat dalam cerita pendek dengan kehidupan sehari-hari

·     Mendiskusi-kan nilai-nilai yang terdapat dalam cerpen

Naskah cerita pendek
·         nilai budaya
·         nilai moral
·         nilai agama
·         nilai politik
4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP



               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.






















PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 7. Membaca
Standar Kompetensi :  Memahami  wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan  cerpen
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
7.1   Membaca-kan puisi  dengan lafal, nada, tekanan, dan intonasi yang tepat

·     Membaca  puisi dengan memperhati-kan lafal, tekanan, dan intonasi yang sesuai dengan isi puisi.

·     Membahas pembacaan puisi berdasarkan lafal, tekanan, dan intonasi.

·     Memberi saran perbaikan pembacaan puisi yang kurang tepat
 
Puisi
·   lafal
·   tekanan
·   intonasi
·   jeda
·   pemengga-lan kata, frasa



4 JP





























7.2   Mengana-lisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari
·     Mengidentifi-kasi unsur-unsur (tema, penokohan, dan amanat)  cerita pendek yang telah dibaca.

·     Mengaitkan unsur intrinsik (tema, penokohan, dan amanat) dengan kehidupan sehari-hari

Naskah cerpen :
unsur intrinsik (tema, penokohan, dan amanat)

4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























              



               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP



               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.






















PROGRAM SEMESTER
TAHUN PELAJARAN 20… / 20…
Nama Sekolah         :
Kelas/            Semester      : X/1
Mata Pelajaran        : Bahasa Indonesia
Kode Kompetensi  : 8. Menulis
Standar Kompetensi :  Mengungkapkan pikiran, dan perasaan  melalui kegiatan menulis  puisi
Kompetensi Dasar
Indikator
Materi Pokok
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
8.1   Menulis puisi lama dengan memperha-tikan bait, irama, dan rima



·     Mengidentifi-kasi puisi lama (pantun, syair) berdasarkan bait, irama, dan rima.

·     Membedakan bentuk pantun dan syair.

·     Menulis pantun/ syair dengan memperhati-kan bait, irama, dan rima.

·     Menyunting puisi lama (pantun/syair) yang dibuat teman

Contoh puisi lama
(pantun, syair)
·        bait
·        irama
·        rima
·        perbedaan pantun dengan syair





4 JP





























8.2   Menulis puisi baru dengan memperha-tikan bait, irama, dan rima
·     Mengidentifi-kasi puisi baru berdasarkan bait, irama, dan rima.

·     Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.

·     Menyunting puisi baru yang dibuat teman

Contoh puisi baru
o        ciri-ciri puisi baru
o        bait
o        rima
o        irama
4 JP




























Uji Materi
2 JP




























Remedial
2 JP




























Pengayaan
2 JP




























              



               Mengetahui,                ………………………, …….
               Kepala Sekolah SMA/MA               Guru Kelas / Guru MP



               …………………………..               ……………………………
               NIP.                NIP.